1TULAH.COM – Jembatan Bakubung atau juga dikenal dengan sebutan Jembatan Belanda yang terletak di Kelurahan Ampah Kota Kabupaten Barito Timur hanyut diakibatkan banjir sekitar pukul 20.45 WIB,
Selasa, 2 Desember 2024. Jembatan bakubung dibangun sekitar tahun 1928, membentang di atas Sungai Karau yang menghubungkan RT 01 dan RT 33 Kelurahan Ampah Kota.
Bagi masyarakat Barito Timur jembatan ini memiliki nilai sejarah karena dibangun pada zaman penjajahan Belanda.
Hal tersebut menjadi alasan warga setempat berusaha mempertahankan eksistensinya dengan bersama-sama menggalang dana sumbangan untuk melakukan renovasi jembatan yang terbuat dari kayu ulin itu. Pemerintah daerah Kabupaten Barito Timur sempat turut andil untuk memperbaiki jembatan tersebut akan tetapi hanya bagian lantai dan atap yang diperbaiki.
“Hanyut semua, hanya tersisa bekasnya saja. Memang sudah lama tiang bagian bawah patah namun tidak mendapatkan perhatian,” kata Lurah Ampah Kota, Davi Pramana saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.
Jembatan Belanda merupakan jembatan penghubung utama dari Banjarmasin menuju Muara Teweh dan Puruk Cahu pada masanya, namun sekitar tahun 1990-an dibangun jembatan beton di sampingnya sebagai pengganti, jembatan tersebut dimanfaatkan warga sehari-hari.
Sejak saat itu, jembatan bakubung sepanjang 28 meter yang merupakan jenis cagar budaya dan termasuk bukti sejarah bahwa pernah ada kehadiran Pemerintahan Kolonial Belanda di Indonesia, nyaris tidak mendapatkan proses renovasi maupun rehabilitasi dari pemerintah.
Sumber : Jembatan Bakubung Peninggalan Kolonial Belanda di Barito Timur Hanyut Terbawa Arus Banjir
Leave a comment