1TULAH.COM – Sampai pada saat ini, penggunaan baliho atau spanduk masih menjadi jalan jitu bagi para caleg untuk lebih bisa dikenal oleh masyarakat , terkhusus jelang Pemilu 2024 ini.
Tetapi, pemasangan baliho atau spanduk itu justru menjadi polusi visual karena merusak estetika kota seperti yang terjadi di Jakarta.
Dari pantauan Suara.com di sepanjang Jalan Panjang dari arah Daan Mogot ke Kebon Jeruk terdapat puluhan APK terjadi di pagar pembatas jalur Transjakarta. Bahkan sebagian mereka yang sudah tidak mendapat lapak, memantek batang pohon di sepanjang jalan itu.
Nirwono Yoga, sebagai pengamat Tata Kota buka suara terkait fenomena ini. Ia berkata sebaiknya sudah saatnya para caleg berkampanye dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Para capres-cawapres serta para caleg dapat memanfaatkan videotron sebagai media kampanye. Tetapi, jika dana terbatas untuk menggunakan itu, para caleg bisa memanfaatkan keberadaan media sosial.
“Beralih menggunakan medium visual yang modern dan ramah lingkungan, misal mengoptimalkan videotron yang sudah ada, media massa, dan media sosial,” kata Nirwono, saat dihubungi Suara.com, Jumat (29/12/2023).
Selain itu, Nirwono juga meminta KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu dapat segera menertibkan APK yang yerpasang bukan pada tempatnya. Terlebih yang terpasang di dahan pohon.
“Pemerintah, KPU, dan Bawaslu juga harus tegas melakukan pengawasan pelaksanaan Pemilu,” jelasnya.
Hal yang paling penting yakni, KPU dan Bawaslu dapat memperingati para peserta Pemilu agar bisa melakukan kampanye tanpa memproduksi banyak sampah serta menggangu visual masyarakat.
“Perlu menyelenggarakan Pemilu lebih kekinian, ramah lingkungan, sesuai selera anak muda sekarang. Sudah saatnya Parpol meninggalkan cara-cara lama pemasangan alat peraga yang mengganggu visual lanskap kota dan menyumbang banyak sampah,” pungkasnya.
Sumber : Baliho Caleg Bikin Polusi Visual dan Tak Ramah Lingkungan, Mengapa Tidak Manfaatkan Sosmed?
Leave a comment