1TULAH.COM – Hasyim Asy’ari selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan terkait format debat capres dan cawapres yang akan dimulai pada pekan depan yakni, 12 Desember 2023. Hal tersebut diungkapkan Hasyim usai melakukan rapat tertutup bersama tim dari ketiga pasangan capres dan cawapres.
Hasyim mengatakan bahwa capres serta cawapres akan tetap saling mendampingi pada waktu pelaksanaan debat di atas panggung.
“Intinya, yang bicara, boleh dikatakan kalau debat capres ya sepenuhnya capres. Kalau cawapres, sepenuhnya cawapres,” kata Hasyim di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2023).
Maksudnya, jika saat debat capres berjalan, hanya Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang diperbolehkan untuk berbicara, sekalipun wakil mereka berada di atas panggung yang sama. Hal sebaliknya juga seperti itu saat debat cawapres berjalan.
“Kalau yang bicara cawapres, capresnya mendampingi. Kalau yang bicara capres, cawapresnya mendampingi,” ujar Hasyim.
“Namanya didampingi kan di sebelahnya,” tambah dia
Meskipun nantinya hanya salah satu yang diperbolehkan berbicara dalam satu pasangan capres dan cawapres, Ketua KPU menjelaskna bahwa mereka boleh melakukan diskusi dalam menjawab pertanyaan debat.
“Soal beliau diskusi dulu kan urusan capres-cawapres. Yang bicara adalah saat debat capres, capres yang bicara dan saat saat cawapres ya cawapres yang bicara,” tegas dia.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Hasyim menjelaskan debat perdana nanti akan menjadi porsi untuk para calon presiden dengan membahas terkait soal pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik serta kerukunan warga.
Debat I yang akan diikuti oleh para calon presiden akan diselenggarakan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023).
Kemudian debat II yang akan dilaksanakan pada 22 Desember 2023, menjadi porsi bagi para calon wakil presiden, yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.
“Debat kedua yang menjadi porsinya cawapres untuk berdebat, temanya adalah ekonomi, baik itu ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN dan APBD, infrastruktur dan perkotaan,” kata Hasyim.
Dilanjutkan dengan debat III yang mana para capres akan kembali saling debat terkait pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik pada 7 Januari 2024 mendatang.
Ketua KPU menjelaskan lebi lanjut, debat IV nantinya akan kembali menjadi porsi untuk para cawapres dengan membahas masalah pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, serta masyarakat adat dan desa. Pelaksanaan debat cawapres kedua (debat IV) ini pada 21 Januari 2024.
“Kemudian, topik terakhir, tema debat terakhir menjadi porsinya debat capres meliputi kesejahteraan sosial, kebudayaan pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan juga inklusi,” tutur Hasyim.
Debat terakhir (debat V) akan dilaksanakan di Kantor KPU, Jakarta Pusat pada tanggal 4 Februari 2024.
Hasyim menjelaskan seperti di atas bahwa pasangan capres dan cawapres akan saling mendampingi di atas panggung debat. Tetapi, pada saat debat capres, porsi bicara hanya akan diberikan kepada capres, begitupun sebaliknya pada saat debat cawapres.
“Intinya, yang bicara, boleh dikatakan kalau debat capres ya sepenuhnya capres. Kalau cawapres, sepenuhnya cawapres,” tandas Hasyim.
Sumber : Usai Rapat Tertutup, KPU Sampaikan Format Debat Capres-Cawapres yang Dimulai Pada Pekan Depan
Leave a comment