Seorang Penumpang TransJakarta Geram, Cabut Stiker Kampanye di Kursi Penumpang

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

 suara.com – Seorang pengguna jasa angkutan umum, Radendra Aditya membagikan pengalamannya saat menaiki bus TransJakarta. Ia merasa sangat geram sampai tidak dapat menahan diri untuk mencabut stiker salah satu caleg yang tertempel di kursi TransJakarta.

Dilansir unggahan akun X @rafenditya, Senin (4/12/2023), Rafendra menandai akun resmi TransJakarta sambil memuat video yang memperlihatkan dirinya mencabut stiker salah seorang caleg dari Partai Ummat.

Stiker tersebut tertempel tepat berada di bagian belakang kursi yang tepat ada didepannya.

“Halo @PT_Transjakarta. Saya bantu melepas stiker kampanye caleg di bus kalian,” kata Rafendra dikutip Suara.com.

“Sebelumnya sudah ada yang komplen, entah ini bus yang sama atau beda. Kalau bisa cari pelakunya di CCTV!” sambungnya.

Lalu, Rafendrea bercerita jika kejadian tersebut ia alami saat menaiki bus TransJakarta 6A dari Tosari menuju Warung Jati pada hari Kamis (16/12/2023) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ia menaiki bus TransJakarta melalui pintu belakang, kemudian saat ia duduk langsung mendapati pemandangan yang kurang mengenakan menurutnya yakni, stiker dari seorang caleg dari Partai Ummat yang menempel di bagian belakang kursi penumpang.

Awalnya Rafendra ingin segera mencabutnya. Tetapi, ia sempat ragu karena nantinya akan semakin kotor jika tidak dicabut secara pelan dan rapi.

Akhirnya, ia membuang jauh rasa ragu-ragu tersebut dan langsung mencabutnya.

“Saya memutuskan tetap melakukannya, setidaknya saya berusaha dengan kapasitas yg saya miliki untuk memutus pelanggaran itu,” ungkapnya.

Rafendra lalu mengutarakan alasannya mencabut stiker caleg yang tertempel pada kursi TransJakarta tersebut. Pertama, dirinya meyakini bahwa ada peraturan bagi para penumpang TransJakarta untuk tidak mengotori bagian bus.

Di sisi lain, ia juga mengatahui tentang adanya larangan untuk memasang alat kampanye di fasilitas umum.

Kedua, menurtu Rafendra sudah tersedia jaur resmi yang dapat dilakukan oleh para caleg untuk melakukan kampanye.

Ia merasa tidak perlu harus menunggu tindakan dari pihak TransJakarta untuk mencabut stiker caleg tersebut. Belajar dari pengalaman yang telah lalu, terdapat sebuah keluahan yang disampaikan lewat sosial media TransJakarta namun kerap ditanggapi secara lambat.

“Sudah geram saya, kelamaan, itu pun kalau iya keluhan pelanggannya ditindaklanjuti beneran. Seringkali cuma dibales template, jadi ya daripada makin lama itu muka caleg nongol saya bersihin aja,” terangnya.

Sumber : Seorang Penumpang TransJakarta Geram, Cabut Stiker Kampanye di Kursi Penumpang

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started